Nama : Sarwo Edi Wibowo
Nim :
5141211018
Pendidikan karakter dalam
prespektif pedagogik dan militer
Menurut
Arif Rohman (Dosen fakultas Ilmu Pendidikan UNY dan ketua
pusat studi kebijakan pendidikan LPPM UNY)
Problem
sosial kesenjangan
sosial, kepadatan
lalu lintas, merebaknya individualisme dan apatisme, kebakaran hutan dan kabut
asap, pencemaran
air dan udara, problem
sampah, rumitnya
kawasan kumuh, konflik antar
kampung, dan lain-lain,
Problem
moral Merajalelanya korupsi, erosi moral,
pelanggaran disiplin, beredarnya
narkoba, mutilasi, pergaulan bebas,
seks pranikah, prostitusi, aborsi, perdagangan manusia, porno aksi,
perkelahian pelajar, dan
perselingkuhan (Fritjof Capra 1997; Thomas Lickona, 1992; Muhammad
Abdurrahman, 2003).
Anak
Indonesia: Tahun 2013, anak Indonesia yg terjerat hukum 730 kasus dan tahun
2014 menjadi 1.951 kasus. Diantaranya kasus pencurian, kekerasan, perkosaan,
narkoba, perjudian, dan penganiayaan.
KASUS-KASUS
di Negara Maju
Aneka
problem sosial dan moral mengalami peningkatan
intensif dan
massif.
Menyebabkan cemas
banyak pihak, terutama bagi para pendidik dan
pengambil kebijakan di Indonesia.
Kemerosotan
sosial dan moral
memperjelas adanya persoalan karakter bangsa.
Pengertian Karakter
dan Pendidikan Karakter
a. Karakter
adalah serangkaian
sikap (attitudes), motivasi (motivations), perilaku (behaviors)
dan keterampilan (skills).
b. Pendidikan
karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal,
peduli dan menginternalisasikan nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku
sebagai insan kamil Indonesia.
Pengertian Karakter Bangsa
Karakter
bangsa sbg perilaku moral tidak mungkin dikembangkan hanya dgn diskusi tetapi
diperlukan interaksi dgn menggunakan teknologi moderen agar mampu melakukan
interaksi lintas budaya utk memperoleh multiperspektif.
Pendidikan
Dalam Perspektif Militer
Pengertian
Pendidikan Menurut Para Ahli,
segala
upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok,
atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku
pendidikan. (Soekidjo Notoatmodjo. 2003 : 16)
Pendidikan
adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses,
cara, perbuatan mendidik. (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
2002 : 263)
Kurikulum dalan
pendidikan MILITER
TRISAKTI VIRATAMA
(Tanggap Tanggon Trengginas):
- a Tanggap berarti cerdas dalam melihat dan membaca situasi shg cepat dan tepat dalam bertindak sesuai moralitas.b. Tanggon berarti dpt diandalkan, ulet dan tahan uji serta pantang menyerah dalam menjalankan tugas.
- c. Trengginas berarti tangkas dalam bertindak dan berolah pikir ditunjukkan dengan kesamaptaan jasmani yang prima.
- Tanggung jawab (responsibility)
- Disiplin (diciplinary)
- Peduli (care)
- Penghormatan/Harga diri (respect)
- Jujur (honest)
- Cinta Tanah Air (patriotism)
- Berani berkorban (sacrifice)
- Pantang menyerah
- Membela kebenaran
Ciri Pendidikan Militer
• Keras: Mensyaratkan
kesamaptaan jasmani yg prima.
• Tegas: Taat pada komitmen
sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
Agar anak
didik memiliki sikap disiplin, ulet, berani dan pantang menyerah sehingga mampu
menjaga kehormatan serta martabat tercermin dalam sikap dan perbuatan demi
bangsa/negara.
Pelaksana Pendidikan Militer
• Dosen (guru militer/sipil
yang bertugas mengajarkan ilmu dasar dan majoring).
•Instruktur/pelatih
(militer/sipil yg bertugas mengajarkan ilmu kepelatihan/keterampilan lapangan).
•Pengasuh (militer/sipil yang
bertugas mengajarkan ilmu karakter dan moralitas baik umum maupun religius)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar