Senin, 25 Februari 2019

Pendidikan karakter dalam prespektif pedagogik dan militer

Nama   : Sarwo Edi Wibowo
Nim     : 5141211018


Pendidikan karakter dalam prespektif pedagogik dan militer
Menurut Arif Rohman (Dosen fakultas Ilmu Pendidikan UNY dan ketua pusat studi kebijakan pendidikan LPPM UNY)
Problem sosial kesenjangan sosial, kepadatan lalu lintas, merebaknya individualisme dan apatisme, kebakaran hutan dan kabut asap, pencemaran air dan udara, problem sampah, rumitnya kawasan kumuh, konflik antar kampung, dan lain-lain,
Problem moral  Merajalelanya korupsi, erosi moral, pelanggaran disiplin, beredarnya narkoba, mutilasi, pergaulan bebas, seks pranikah, prostitusi, aborsi, perdagangan manusia, porno aksi, perkelahian pelajar, dan perselingkuhan (Fritjof Capra 1997; Thomas Lickona, 1992; Muhammad Abdurrahman, 2003).
Anak Indonesia: Tahun 2013, anak Indonesia yg terjerat hukum 730 kasus dan tahun 2014 menjadi 1.951 kasus. Diantaranya kasus pencurian, kekerasan, perkosaan, narkoba, perjudian, dan penganiayaan.
KASUS-KASUS di Negara Maju
Aneka problem sosial dan moral mengalami peningkatan intensif dan massif.
Menyebabkan cemas banyak pihak, terutama bagi para pendidik dan pengambil kebijakan di Indonesia.
Kemerosotan sosial dan moral memperjelas adanya persoalan karakter bangsa.

Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
a.       Karakter adalah serangkaian sikap (attitudes), motivasi (motivations), perilaku (behaviors) dan keterampilan (skills).
b.       Pendidikan karakter adalah upaya yang terencana untuk menjadikan peserta didik mengenal, peduli dan menginternalisasikan nilai-nilai sehingga peserta didik berperilaku sebagai insan kamil Indonesia.

Pengertian Karakter Bangsa
Karakter bangsa sbg perilaku moral tidak mungkin dikembangkan hanya dgn diskusi tetapi diperlukan interaksi dgn menggunakan teknologi moderen agar mampu melakukan interaksi lintas budaya utk memperoleh multiperspektif.



Pendidikan Dalam Perspektif Militer

Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli,
Menurut para ahli (Pendidikan secara umum adalah)
segala upaya yang direncanakan untuk mempengaruhi orang lain baik individu, kelompok, atau masyarakat sehingga mereka melakukan apa yang diharapkan oleh pelaku pendidikan. (Soekidjo Notoatmodjo. 2003 : 16)
Pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tatalaku seseorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan, proses, cara, perbuatan mendidik.  (Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 2002 : 263)
Kurikulum dalan pendidikan MILITER
TRISAKTI VIRATAMA
(Tanggap Tanggon Trengginas):
  1. a   Tanggap berarti cerdas dalam melihat dan membaca situasi shg cepat dan tepat dalam bertindak sesuai moralitas.b. Tanggon berarti dpt diandalkan, ulet dan tahan uji serta pantang menyerah dalam menjalankan tugas.
  2. c.       Trengginas berarti tangkas dalam bertindak dan berolah pikir ditunjukkan dengan kesamaptaan jasmani yang prima.

  1. Tanggung jawab (responsibility)
  2. Disiplin (diciplinary)
  3. Peduli (care)
  4. Penghormatan/Harga diri (respect)
  5. Jujur (honest)
  6. Cinta Tanah Air (patriotism)
  7. Berani berkorban (sacrifice)
  8. Pantang menyerah
  9. Membela kebenaran

Ciri Pendidikan Militer
   Keras: Mensyaratkan kesamaptaan jasmani yg prima.
 Tegas: Taat pada komitmen sesuai dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.
  Agar anak didik memiliki sikap disiplin, ulet, berani dan pantang menyerah sehingga mampu menjaga kehormatan serta martabat tercermin dalam sikap dan perbuatan demi bangsa/negara.

           
Pelaksana Pendidikan Militer
  Dosen (guru militer/sipil yang bertugas mengajarkan ilmu dasar dan majoring).
Instruktur/pelatih (militer/sipil yg bertugas mengajarkan ilmu kepelatihan/keterampilan lapangan).
Pengasuh (militer/sipil yang bertugas mengajarkan ilmu karakter dan moralitas baik umum maupun religius)