Rabu, 29 April 2015

model-model komunikasi dan contohnya

Nama : sarwo edi wibowo
Nim    : 5141211018
prodi  : BK 2014, fakultas pendidikan Universitas Teknologi Yogyakarta



Model komunikasi

11.   Model Linear
Yaitu komunikasi satu arah dari komunikator kepada penerima, disinih penerima hanya bersikap pasif.
Contohnya:
a.       Iman memberikan penjelasan kepada yusrun, dan yusrun hanya menyerap informasi yang diberikan oleh iman.
b.   Konseli memberikan informasi kepada konselor, dan konselor hanya merespon dalam artian hanya memahaminya dengan merespon dengan menggunakan bahasa nonverbal, misal: menganggukan kepala, mengedip, tersenyum dan menggelengkan kepada.
22.   Model interaktif
Yaitu komunikasi dua arah, antara komunikan dan komunikator, dimana komunikan memberikan umpan balik atas pesan yang komunikator berikan.
Contohnya:
a.  Konseli memberikan informasi atas kecemasannya kepada konselor, dan konselor memberikan solusi berdasarkan permasalahan si konseli.
b.      Konseli menyampaikan kecemasan karirnya, karna dia merasa tidak cocok dengan karir yang dia jalaninya, lalu konselor memberikan respon, dan memberikan arahan akan bakat dan minat atas karirnya
33.   Komunikasi intraksional
Yaitu komunikasi antara komunikator dan komunikan yang berlangsung secara terus menerus yang dimana antara komunikan dan komunikator bersama-sama bertanggung jawab atas dampat dan efektivitas komunikasi yang berlangsung.
Contohnya:
a.     Iman berkenalan dengan yuni, dalam perkenalan tersebut iman menanyakan nomor telepon kepada yuni, agar dapat lebih dekat dan mengenal dan memudahkan proses komunikasi.
b.    Iman dan yusrun sedang membicarakan tugas, yusrun dan iman mempunyai permasalahan yang sama dalam tugasnya, dalam proses komunikasi tersebut iman dan yusrun dapat lebih dekat dan memahaminya.


Refernsi



 http://schonlippershey.blogspot.com/2013/02/makalah-model-komunikasi-wilbur-schramm.html
http://skyoceanukm.blogspot.com/2012/12/model-komunikasi.html

Rabu, 15 April 2015

kebudayaan dan unsur-unsurnya

Kebudayaan :
2 kata yang tidak dapat di pisahkan antara budi dan daya.
Budi artinya Pemikiran, sedangkan Daya artinya Kekuatan, atau dapat di artikan kekuatan Pikiran /  hasil ciptaan

3 elmen penting dalam budaya
1.      Caltur : pikiran / ide
2.      Sosial : kebiasaan, prilaku / tindakan
3.      Physical : hasil pikiran dan tindakan

7 unsur penting dalam kebudayaan
1.      Bahasa
2.      Teknologi
3.      Ekonomi
4.      Sosial Organisasi
5.      Sistem Pengetahuan
6.      Reliji
7.      Seni

Budaya di pisahkan menjadi 2 .
1.      Budaya jenerik, budaya yang turun temurun tanpa ada perubahan
2.      Budaya diperensial, budaya yang turun temurun tetapi ada perubahan/pengembangan

pengaruh kebudayaan india (hindu-budha) di indonesia

BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Indonesia adalah bangsa yang majemuk, terkenal dengan keanekaragaman dan keunikannya. Terdiri dari berbagai suku bangsa, yang mendiami belasan ribu pulau yang tidak terlepas dari pengaruh budaya luar, salah satunya pengaruh budaya India. Kebudayaan India masuk ke Indonesia pada saat Indonesia masih mengalami masa pra-sejarah. Masuknya kebudayaan India  ini sekaligus menandai berakhirnya masa pra-sejarah dan mulai membawa bangsa Indonesia ke  jaman sejarah, karena sejak saat itu bangsa kita mulai mengenal tulisan.
Pengaruh hindu-budha ini dapat terlihat dari berbagai macam peninggalan-peninggalan yang tersebar hampir disetiap pulau-pulau di Indonesia yang kini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bangsa ini yang berasal dari berbagai kerajaan Hindu-Budha yang merupakan cikal bakal terbentuknya bangsa ini. Dengan hadirnya kebudayaan India di Indonesia banyak sekali aspek yang dipengaruhinya antara lain seni, agama, tradisi, bangunan dan lain-lain.
Sebagai generasi penerus bangsa pertama kita wajib mengetahui sejarah bangsa ini. Sehingga penyusun merasa perlu untuk menyusun makalah ini agar dapat membantu dan memudahkan pembaca untuk mengetahui sejarah dan pengaruh kebudayaan India di Indonesia.
1.2       Rumusan Masalah
1.         Apa saja kebudayaan India?
2.         Bagaimana awal masuknya kebudayaan India (Hindu-Budha) ke Indonesia?
3.         Bagaimana proses berkembangnya kebudayaan India (Hindu-Budha) di Indonesia?
4.         Bagaimana pengaruh kebudayaan India (Hindu-Budha) diberbagai bidang di Indonesia?
1.3       Tujuan
1.         Untuk mengetahui apa saja hal-hal yang merupakan kebudayaan India.
2.         Untuk mengetahui sejarah awal masuknya kebudayaan India (Hindu-Budha) ke Indonesia.
3.         Untuk mengetahui proses berkembangnya kebudayaan India di Indonesia.
4.         Untuk mengetahui pengaruh apa saja yang disebabkan oleh kebudayaan India (Hindu-
Budha) pada berbagai bidang yang ada di Indonesia.




BAB II
PEMBAHASAN
2.1       Kebudayaan India
Budaya berasal dari kata Sansekerta yaitu “buddhayah” atau “buddhi” yang berarti akal. Kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan akal. Dan melalui akalnya manusia memiliki hasil karya yang senantiasa berkembang mengikuti perkembangan kehidupan manusia itu sendiri.
Kebudayaan India tidak terlepas dari pengaruh agama Hindu-Budha yang berkembang di lembah sungai Indus, India. Sekitar 2000 tahun SM mulai berkembang agama Hindu dan beberapa waktu kemudian di India pula lahir budaya dan agama Budha.
Dalam kebudayaan Hindu terjadi perpaduan antara budaya Arya(kepercayaan untuk memuja banyak Dewa (Polytheisme) ), budaya Dravida(memuja roh nenek moyang), dan budaya Munda ag (kasta-kasta). Dalam Agama Hindu ada lima keyakinan dan kepercayaan yang disebut dengan Pancasradhayang juga ikut mempengaruhi budaya yang ada di India. Pancasradha merupakan keyakinan dasar umat Hindu. Kelima keyakinan tersebut, yakni:
1.         Widhi Tattwa - percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa dan segala aspeknya
2.         Atma Tattwa - percaya dengan adanya jiwa dalam setiap makhluk
3.         Karmaphala Tattwa - percaya dengan adanya hukum sebab-akibat dalam setiap perbuatan
4.         Punarbhava Tattwa - percaya dengan adanya proses kelahiran kembali (reinkarnasi)
5.         Moksa Tattwa - percaya bahwa kebahagiaan tertinggi merupakan tujuan akhir manusia
Sedangkan agama Budha lahir  sebagai reaksi terhadap dominasi golongan Brahmana dalam ritual keagamaan. Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada , Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana).
Dengan pengaruh dari agama Hindu-Budha tersebut kebudayaan masyarakat India terus mengalami perkembangan dan kemajuan seiring dengan perubahan zaman dan kebutuhan, terutama dalam bidang kesenian yang melahirkan kuil-kuil megah dan kitab-kitab yang memiliki nilai sastra tinggi seperti  Mahabharata dan Ramayana. Dari India inilah kemudian kebudayaan Hindu-Budha menyebar ke berbagai tempat, salah satunya Indonesia.
2.2       Masuknya kebudayaan India (Hindu-Budha) ke Indonesia.
Letak wilayah Indonesia yang strategis dan merupakan daerah penghasil rempah-rempah membuat  indonesia sering di kunjungi oleh bangsa-bangsa lain untuk melakukan perdagangan, salah satunya India. Bangsa India yang tadinya ke Indonesia hanya bermaksud untuk berdagang ternyata membawa misi untuk menyebarkan agama.
Sambil menunggu angin musim yang baik, para pedagang India tersebut melakukan interaksi dengan penduduk setempat, selain menjalin hubungan dagang, para pedagang India membawa ajaran agama beserta kebudayaannya sehingga semakin lama ajaran dan kebudayaan mereka berpengaruh terhadap penduduk setempat. Sejak itulah sedikit demi sedikit pengaruh luar mulai masuk ke wilayah Indonesia dan terus berkembang sampai sekarang ini.
2.2.1  Masuknya Kebudayaan Hindu ke Indonesia
Proses masuk dan berkembangnya pengaruh Hindu di Indonesia disebut penghinduan atau Hinduisasi. Berikut merupakan teori-terori masuknya kebudayaan Hindu ke Indonesia :
1.         Teori Brahmana
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para kaum brahmana. Para brahmana mendapat undangan dari penguasa di Nusantara untuk mengajarkan agama kepada raja dan memimpin upacara-upacara keagamaan.
 Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah J.C. Van Leur. Ia perpendapat bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia di bawa oleh kaum brahmana, karena hanya kaum brahmana yang berhak mempelajari dan mengerti isi kitab suci Weda. Pendapatnya ini juga berdasarkan pada pengamatannya terhadap sisa-sisa peninggalan kerajaan-kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia, terutama pada prasasti-prasasti yang menggunakan bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa,dimana bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa itu hanya dimengerti oleh para brahmana.
2.         Teori Ksatria
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para kaum Ksatria atau para prajurit. Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah  F.D.K. Bosch. Menurut Teori ksatria, jaman dulu di India sering terjadi perang. Kemudian para prajurit yang kalah banyak yang pergi meninggalkan India. Banyak diantara mereka pergi ke wilayah nusantara. Mereka inilah yang kemudian menyebarkan agama dan kebudayaan hindu di wilayah nusantara. .
3.         Teori Waisya
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia di bawa oleh para pedagang India yang berdagang di Indonesia dan kemudian mengajarkan ajaran agama Hindu kependuduk setempat. Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah N.J. Krom. Menurut NJ. Krom, proses terjadinya hubungan antara India dan Indonesia karena adanya hubungan perdagangan, sehingga orang-orang India yang datang ke Indonesia sebagian besar adalah para pedagang. Perdagangan yang terjadi pada saat itu menggunakan jalur laut dan teknologi perkapalan yang masih banyak tergantung pada angin musim.
Hal ini mengakibatkan dalam proses tersebut, para pedagang India harus menetap dalam kurun waktu tertentu sampai datangnya angin musim yang memungkinkan mereka untuk melanjutkan perjalanan. Selama mereka menetap, memungkinkan terjadinya perkawinan dengan perempuan-perempuan pribumi. Mulai dari sini pengaruh kebudayaan Hindu menyebar dan menyerap dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
4.         Teori Sudra
Teori ini mengatakan bahwa kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh para kaum sudra,dalam hal ini adalah kaum-kaum terbawah. Tokoh yang mengemukakan pendapat tersebut adalah Von Van Faber. Von Van Faber ini menyatakan bahwa penyebaran agama hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India yang berkasta sudra. Alasannya karena mereka dianggap sebagai orang-orang buangan dan hanya hidup sebagai budak sehingga mereka datang ke Indonesia dengan tujuan untuk mengubah kehidupannya.
5.         Teori Arus Balik
Teori ini mengatakan bahwa agama Hindu yang masuk ke Indonesia dibawa oleh para pelajar (orang Indonesia) yang belajar atau mendalami agama Hindu di India kemudian setelah mereka menempuh pendidikan. Lalu mereka pulang dan mengajarkan (menyebarluaskan) ajaran Hindu kepada penduduk setempat.
Teori ini di kemukakan oleh F.D.K Bosch. Ia mengemukakan peranan bangsa Indonesia sendiri dalam penyebaran dan pengembangan  agama hindu. Penyebaran budaya India di Indonesia dilakukan oleh kaum terdidik. Akibat interaksinya dengan para pedagang India, di Indonesia terbentuk masyarakat Hindu terdidik yang di kenal dengan sangha. Mereka giat mempelajari bahasa Sanskerta, kitab suci, sastra, dan budaya tulis. Mereka kemudian memperdalam agama dan kebudayaan Hindu di India. Sekembalinya ke Indonesia mereka mengembangkan agama dan kebudayaan tersebut. Hal ini bisa diliat dari peninggalan dan budaya yang memiliki corak keindonesiaan.
2.2.2    Masuknya Kebudayaan Budha ke Indonesia
Informasi paling tua tentang keberadaan Buddhisme di Indonesia yang pada waktu itu belum begitu meluas juga didapat dari pengelana China bernama Fa Hsien (+/-337 – 422 M), yang sekembalinya dari Ceylon (Sri Lanka) ke China pada tahun 414 Masehi terpaksa mendarat di negeri yang bernama Ye-Po-Ti karena kapalnya rusak. Sekarang tidak terlalu jelas apakah Ye-Po-Ti itu Jawa atau Sumatera. Ia menemukan banyak orang-orang yang beragama Hindu dan sebagian masih animisme. Namun demikian, sepertinya kondisi mulai berubah sesudah abad kelima kerena penyebaran agama Budha yang dilakukan Fa Hsien.
2.3       Berkembangnya Kebudayaan India di Indonesia
2.3.1    Berkembangnya Kebudayaan Hindu
Perkembangan kebudayaan Hindu di Indonesia dimulai sejak ratusan tahun lalu. Perkembangan kebudayaan Hindu di Indonesia dimulai dengan lahirnya kerajaan-kerajaan Hindu. dimulai dari Kerajaan Kutai  pada abad ke-4. Kemudian Kerajaan Tarumanagara (358–669), Sriwijaya (abad ke-7 sampai ke-11), Sailendra (abad ke-8 sampai ke-9) Kerajaan Medang (752–1045), Kerajaan Sunda (932–1579), Kerajaan Kediri (1045–1221), Kerajaan Dharmasraya (abad ke-12 sampai ke-14), Kerajaan Singhasari (1222–1292), Kerajaan Majapahit (1293–1500), hingga Kerajaan Malayapura (abad ke-14 sampai ke-15).
Sejarah panjang tersebut tentu saja memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan agama Hindu di Indonesia. Hingga saat ini, Bali merupakan pusat masyarakat beragama Hindu yang sangat terkenal hingga ke mancanegara. Keunikan budaya yang sangat erat dengan nuansa Hindu ini tetap lestari hingga saat ini dan menjadi salah satu aset parwisata andalan Indonesia.
Selain itu, berdirinya kerajaan-kerajaan tersebut juga telah meninggalkan jejak sejarah yang masih bisa dilihat hingga saat ini. Bahkan, beberapa di antaranya menjadi wisata sejarah yang sangat menarik untuk disaksikan. Candi-candi yang ada di Indonesia merupakan bentuk warisan sejarah Hindu yang merupakan bukti berdirinya  kejayaanHindu di Indonesia.
Memang, sejarah panjang perkembangan agama Hindu di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari sejarah, budaya, dan pariwisata Indonesia. Bahkan, budaya Jawapun memiliki kaitan erat dengan sejarah kerajaan Hindu yang pernah berjaya.  Beberapa nama-nama raja dan kerajaan, seperti Airlangga, Udayana, dan Brawijaya menjadi nama universitas terkemuka di Indonesia.
2.3.2    Perkembangan Kebudayaan Budha
            Proses berkembangnya agama Budha juga dimulai dengan lahirnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Budha. Salah satu kerajaan Budha terbesar di Indonesia adalah kerajaan Sriwijaya yang merupakan masa keemasan agama Budha. Bahkan Sriwijaya menjadi salah satu pusat pengembangan agama Buddha di Asia Tenggara. Hal ini terlihat pada catatan seorang sarjana dari China bernama I-Tsing yang melakukan perjalanan ke India dan Nusantara serta mencatat perkembangan agama Buddha disana. Biarawan Buddha lainnya yang mengunjungi Indonesia adalah Atisa, Dharmapala, seorang profesor dari Nalanda, dan Vajrabodhi, seorang penganut agama Buddha yang berasal dari India Selatan.
2.4       Pengaruh kebudayaan India (Hindu-Budha) di Indonesia
a.         Bidang kepercayaan atau agama
Sebelum budaya India masuk, di Indonesia telah berkembang kepercayaan yang berupa pemujaan terhadap roh nenek moyang. Kepercayaan itu bersifat Animisme dan Dinamisme. Animisme merupakan satu kepercayaan terhadap roh atau jiwa sedangkanDinamisme merupakan satu kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib.
            Dengan masuknya kebudayaan India, penduduk Nusantara secara berangsur-angsur memeluk agama Hindu dan Buddha, diawali oleh lapisan elite para raja dan keluarganya. Agama Hindu dan Budha yangberkembang di Indonesia sudah mengalami perpaduan dengan kepercayaan Animisme dan Dinamisme, atau dengan kata lain mengalami Sinkritisme. Sinkritisme adalah bagian dari proses akulturasi, yang berarti perpaduan dua kepercayaan yang berbeda menjadi satu.
            Untuk itu agama Hindu dan Budha yang berkembang di Indonesia, berbeda dengan agama Hindu -Budha yang dianut oleh masyarakat India. Perbedaaan-perbedaan tersebut dapat dilihat dalam upacara ritual yang diadakan oleh umat Hindu atau Budha yang ada di Indonesia. Contohnya, upacara Nyepi yang dilaksanakan oleh umat Hindu Bali, upacara tersebut tidak dilaksanakan oleh umat Hindu di India
b.        Bahasa
            Wujud akulturasi dalam bidang bahasa, dapat dilihat dari adanya penggunaan bahasa Sansekerta yang dapat temukan sampai sekarang dimana bahasa Sansekerta memperkaya perbendaharaan bahasa Indonesia.Dan istilah-istilah penting yang menggunakan bahasa Sanskerta.
c.         Organisasi sosial kemasyarakatan
            Wujud akulturasi dalam bidang organisasi sosial kemasyarakatan dapat dilihat dalam organisasi politik yaitu sistem pemerintahan yang berkembang di Indonesia setelah masuknya pengaruh India. Pemerintahan Raja di Indonesia ada yang bersifat mutlak dan turun-temurun seperti diIndia dan ada juga yang menerapkan prinsip musyawarah. Prinsip musyawarah diterapkan terutama apabila raja tidak mempunyai putra mahkota yaitu seperti yang terjadi di kerajaan Majapahit, pada waktu pengangkatan Wikramawardana.
d.        Bidang Sosial
Dalam bidang sosial terjadi perubahan-perubahan dalam tata kehidupan sosial masyarakat. Perubahan itu terjadi sebagai akibat diperkenalkannya sistem kasta dalam masyarakat. Kasta-kasta itu diantaranya kasta brahmana, kasta ksatria, kasta waisya kasta sudra.
e.         Sistem pengetahuan
            Wujud akulturasi dalam bidang pengetahuan, salah satunya yaitu perhitungan waktu berdasarkan kalender tahun saka, tahun dalam kepercayaan Hindu. Menurut perhitungan satu tahun Saka sama dengan 365 hari dan perbedaan tahun saka dengan tahun masehi adalah 78 tahun sebagai contoh misalnya tahun saka 654, maka tahun masehinya 654 + 78 = 732 M.
f.         Teknologi
            Salah satu wujud akulturasi dari teknologi terlihat dalam senibangunan Candi. Seni bangunan Candi tersebut memang mengandung unsur budaya India tetapi keberadaan candi-candi di Indonesia tidak sama dengan candi-candi yang ada di India, karena candi di Indonesia hanya mengambil unsur teknologi pembuatannya melalui dasar-dasar teoritis yang tercantum dalam kitab Silpasastra yaitu sebuah kitab pegangan yang memuat berbagai petunjuk untuk melaksanakan pembuatan arca dan bangunan. Contoh candi Borobudur salah satu dari 7 keajaiban dunia dan merupakan salah satu peninggalan kerajaan Mataram. Itu membuktikan masyarakat telah memiliki pengetahuan dan teknologi yang tinggi.
g.        Kesenian
Wujud akulturasi dalam bidang kesenian terlihat dari seni rupa, seni sastra, seni bangunan dan seni pertunjukan.
1.      Seni rupa
Unsur seni rupa India telah masuk ke Indonesia dibuktikan dengan ditemukannya relief-relief cerita sang Budha pada candi Borobudur, cerita Ramayana pada candi Prambanan. Dan sekarang relief-relief tersebut dijadikan hiasan pada bangunan, seperti yang terdapat pada pustaka wilayah yang terdapat di provinsi Riau.
2.      Seni sastra
Bahasa sanskerta yang berasal dari India tersebut membawa pengaruh besar terhadap perkembangan sastra di Indonesia, seperti prasasti yang ditulis dengan huruf pallawa dan sanskerta. Tidak hanya itu kitab-kitab yang dibuat pada zaman tersebut juga memiliki nilai sastra yang tinggi.
3.      Seni bangunan
Yang menjadi bukti berkembanngnya budaya India di Indonesia adalah bangunan candi. Dasar bangunan candi merupakan hasil pembangunan bangsa Indonesia pada zaman megalitikum yang berupa punden berundak-undak kemudian mendapat pengaruh dari kebudayaan India sehingga menjadi wujud sebuah candi.
4.      Seni Pertunjukkan
Wayang Seni pertunjukan wayang merupakan salah satu kebudayaan asli Indonesia dan pertunjukan wayang tersebut sangat digemari terutama oleh masyarakat Jawa. Wujud akulturasi dalam pertunjukan wayang tersebut terlihat dari pengambilan lakon cerita dari kisah Ramayana maupun Mahabarata yang berasal dari budaya India.




BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Dari pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1.     Letak Indonesia yang strategis dan penghasil rempah-rempah membuat Indonesia dikunjung bangsa asing yang berniat berdagang sekaligus menyebarkan agama.
2.      Berkembangnya kebudayaan India (Hindu-Budha) ditandai dengan berdirinya berbagai kerajaan yang bercorak Hindu-Budha.
3.        Hadirnya kebudayaan India menambah keanekaragaman budaya di Indonesia.
4.       Kebudayaan india mempengaruhi banyak aspek kehidupan di indonesia diantaranya : bidang kepercayaan (agama), bahasa, organisasi sosial kemasyarakatan, bidang sosial, sistem pengetahuan, teknologi dan kesenian.




DAFTAR PUSTAKA

Zulkifli, dkk. (2009). Konsep Dasar IPS. Pekanbaru: Cendikia Insani.

Senin, 13 April 2015

pendorong komunikasi, manfaat, dan peran komunikasi dalam keberhasilan konseling

Pendorong untuk berkomunikasi
1.      Koontrol
Kontrol sendiri yaitu sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain sesuai pada jalur yang di tetapkan oleh kita atau tidak, dan dapat mengetahui bagaimana keadaan orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesusai dengan keadaan orang tersebut.
c/: misalnya si A ini berkomunikasi dengan kita, dia menceritakan kejadian yang dia alami yang membuat dia sangat terpukul dengan kejadian itu. lalu kita mengidentifikasikan permasalahan itu dengan mengukur sejauhmana trauma yang dia alami, lalu kita memberikan saran yang sesuai dengan keadaan si A.
2.      Informasi
Informasi sendiri merupakan sebuah tujuan dalam berkomunikasi yang akhirnya melahirkan umpan balik dan tanggapan.
c/: si A mempunyai informasi soal permasalahannya, dia berkomunikasi dengan si B dia menginformasikan permasalahan yang terjadi pada dirinya, lalu si B memberikan tanggapan berupa motivasi dan solusi masalah yang si A alami
3.      Motivasi
Motivasi sendiri yaitu dorongan kepada orang lain. Pada intinya yaitu motivasi mendorong kita untuk memberikan semangat dan arahan kepada orang lain dalam kehidupan sehari-harinya.
c/: si A mempunyai permasalahan pada hasil UTS yang tidak memuaskan, dia menjadi malas dan tidak pernah masuk kuliah, dia menceritakan semuanya pada si B, lalu si B merasa terdorong untuk memberikan dorongan berupa motivasi pada si A, agar si A tidak malas kuliah dan berusaha memperbaiki hasilnya.
4.      Ekspresi emosi
Emosi sendiri yaitu pendorong. Jadi emosi disini yaitu sebagai suatu apa yang kita rasakan dan berusaha untuk disampaikan dalam proses komunikasi.
c/: si A mempunyai perasaan senang karna mendapatkan hadiah, dan dia mencurahkan kesenangannya dengan memberikan kabar gembira kepada si B.
Manfaat yang kita peroleh dari komunikasi
1.      Mengetahui dan memahami semua informasi yang diperlukan.
c/: kita dapat mendeskripsikan maksud dari pesan yang disampaikan oleh orang lain.
2.      Mempererat tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan, bangsa dan negara.
c/: dengan kita berkomunikasi kita dapat berbagi informasi tentang latar belakang diri kita masing-masing agar tidak terjadi bias yang menimbulkan masalah.
3.      Kita dapat berbagi masalah.
c/: kita dapat berbagi masalah dan pengalaman dengan sesama, agar dapat menambah wawasan kita dalam kehidupan.
4.      Kita dapat memecahkan permasalahan secara seksama.
c/: keluarga A dengan keluarga B mempunyai masalah soal hak milik tanah lapak. Lalu demi tercapainya perdamaian tersebut, dilaksanakanlah musyawarah.
5.      Komunikasi untuk mengambil keputusan yang tepat
c/: A mempunyai masalah, lalu dia meminta solusi kepada si B, agar permasalahannya dapat selsai dengan baik, dan si B pun memberikan solusi kepada si A, sesuai dengan masalah yang dia alami.
6.      Bahan refleksi diri
c/: si A memberikan komentar kepada si B, lalu si B menerimanya dengan baik komentar si A dan dijadikan sebagai dorongan dan masukan pada diri si B agar menjadi lebih baik lagi.
7.      Komunikasi untuk proses sosial antar pribadi
c/: si A mempunyai acara nikahan, lalu dia mengundang rekan-rekannya untuk datang ke acara nikahannya dengan cara bersosialisasi.

Peran komunikasi dalam keberhasilan proses konseling
1.   Komunikasi dalam proses konseling yaitu berfungsi sebagai  pemahaman bagi pendidik dan siswa tentang diri dan lingkungannya sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswanya.
c/: konselor bisa lebih memahami dirinya dan konseli sesuai dengan lingkungannya dan kebutuhan konseli dalam proses konseling.
2.   Pencegahan dalam proses konseling sendiri berfungsi sebagai bantuan bagi siswa agar terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat maupun menimbulkan kesulitasn bagi proses belajar siswa.
c/: konselor dapat memberikan larangan dan arahan kepada konseli dari permasalahan yang konseli alami, agar tercapainya tujuan yang positif.
3.     Perbaikan, yaitu mengatasi berbagai permasalahan yang dialami konseli dalam proses konseling berdasarkan permasalan yang dialami.
c/: konselor dapat memberikan fasilitas kepada konseli dalam proses konseling susai dengan permasalahan yang dialaminya agar dapat memperbaiki permasalahan yang dialami konseli.
4. Pemeliharaan dan perkembangan, dalam proses komunikasi kita dapat memelihara dan mengembangkan bakat dan minatnya, dengan mengarahkan potensi yang ada pada setiap konseli.
c/: konselor dapat mengetahui bakat dan potensi diri konseli dan mengarahkannya agar dapat berkembang secara optimal.
5.   Memberikan kenyamanan bagi konseli dalam proses konseling dengan menjalankan asas-asas berkomunikasi.
c/: konselor dapat memberikan kenyamanan dalam proses konseling kepada konseli, agar tidak menimbulkan bias dalam proses konseling.
6.  Konseli bisa lebih terbuka kepada konselor dalam proses konseling dengan menjalankan komunikasi secara efektif.
c/: konselor menjalankan proses komunikasi dalam proses konseling secara efektif agar konseli lebih terbuka dan menceritakan permasalahan dan informasi secara jujur dan sebenarnya.



Referensi
Christina, dkk., 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.
massofa.wordpress.com/2008/03/26/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-dalam-berkomunikasi// diunduh 27 Maret 2009.
Tyastuti, dkk., 2008. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Vardiyansah, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo.

kesan berkuliah di UTY dan Cita-cita setelah lulus dari UTY

Nama saya sarwo edi wibowo, saya mahasiswa pendidikan bimbingan dan konseling di universitas teknologi yogyakarta (UTY) angkatan 2014, keseharian saya, kuliah, nugas, olahraga futsal dan joging, tidak lupa juga membaca-baca buku dan pastinya ibadah. menurut diri saya sendiri saya bukan orang yang masuk dalam kategori pintar tetapi bisa dikatakan saya sedikit pintar tetapi sudah pasti cerdik dan cerdas. ^_^
Hal yang saya rasakan kuliah di Universitas Teknologi Yogyakarta yaitu awalnya saya merasa kalah saing dengan rekan-rekan kelas dalam bidang ilmu teknologinya, mungkin karna saya berasal dari orang pedesaan. Saya paham kuliah itu kebersamaan dan bukan ajang untuk bersaing, namun saya punya prinsip, Bukan bersaing yang tidak wajar yangg harus dilakukan tetapi persaingan yang sehat dan saling memperdulikan dalam diri saya sendiri.
Saya senang bisa berkuliah di Universitas Teknologi Yogyakarta tentunya jika dilihat dalam latar belakang diri saya sendiri yang berasal dari anak pedesaan, tentunya dengan berkuliah di universitas teknologi yogyakarta sendiri sudah menjadikan suatu bekal yang sangat baik dan berdampak positif bagi diri saya pribadi. Di Universitas Teknologi Yogyakarta sendiri kita dan khususnya saya mahasiswa UTY banyak diajarkan hal-hal yang berkaitan dengan pemanfatan teknologi secara positif, dan penangan-penanganan penggunaan dari hal-hal yang berdampak negatif bagi diri pribadi, khususnya semua itu berkaitan dengan jurusan kita sendiri, khususnya dalam bidang Bimbingan dan Konseling.
Dalam proses pembelajaran dan tugas-tugas yang dosen berikan pada kita khususnya mahasiswa pendidikan BK semua itu tidak luput dari peran pemanfatan teknologi. Dan dalam proses pembelajarannya saya sudah nyaman dengan peran dosen-dosennya, ditunjang dari latar belakang akademik setiap dosennya sudah cukup menjanjikan bagi diri saya pribadi.
Pada intinya saya sudah nyaman dapat melanjutkan study di Universitas Teknologi Yogyakarta, Yang pada peran utamanya adalah menciptakan lulusan mahasiswa yang unggul dalam bidang teknologi dan prodinya. Sudah menjadi salah satu bekal bagi diri saya pribadi bila saya telah wisuda dan melanjutkan menjadi pendidik, dalam proses pembelajaran dan proses layanan bimbingan dan konseling saya sudah dapet melibatkan peran teknologi sebagai salah satu peran yang sangat membantu diri saya pribadi dalam proses pembelajaran dan layanan bimbingan dan konseling bagi peserta didik saya.

Cita-cita saya adalah menjadi seorang pendidik yang unggul, unggul dalam mendidik anak dan peserta didik saya. Selain cita-cita saya menjadi pendidik yaitu saya juga ingin berbisnis, jika saya kelak sudah menjadi pendidik dan PNS, saya ingin membuka toko olahraga karna saya sendiri mempunyai hobi olahraga. Mengapa toko olahraga? Karna kebutuhan untuk berolahraga sangatlah kompleks dan beragam, dari keberagaman itu dapat menjadikan keuntungan yang besar, karna toko olahraga sifatnya hanya memfasilitasi kebutuhan akan alat untuk berolahraga.

cara penggunaan wordpress (sarwo edi wibowo)_018


BAB I
A.    Langkah Utama
Langkah paling awal yaitu membuka goggle.com lalu serching www.wordpress.com lalu klik, setelah masuk klik aikon mendaftar di kiri bawah username dan password. Lalu ikuti langkah – langkah seperti berikut;

Mulailah dengan wordpress.com
Top of form
Alamat surel (e-mail)
wibowouty@gmail.com
Kami akan mengirimkan email untuk mengaktifkan akun anda, jadi silakanperiksa ulang dan pastikan anda sudah mengetiknya dengan benar.
Nama pengguna
Nama pengguna anda setidaknya menggunakan 4 karakter yang terdiri dari huruf kecil dan/atau angka.
Kata sanditampilkan
kata sandi yang aman menggunakan karakter besar dan kecil, angka, dan simbol seperti !"£$%&.
Alamat blog
                             

            Isi kolom – kolom di atas dengan tepat, dan pastikan isi kolom – kolom tersebut terisi dengan cermat, ganti isi kolom tersebut jika ada simbol X ganti hingga muncul simbol



BAB II
A.    Langkah Penyusunan

Langkah 1
Atur blog anda
Top of form
Judul blog
Slogan (opsional)
Bahasa                                                                                                                                                              dalam bahasa apa anda akan ngeblog?
Tuliskan judul blog anda yang anda sukai lalu isi pula slogan yang menurut anda baik dan bersifat membangun.
Pilih bahasa yang anda minati dan dapat anda pahami ^_^
Langkah 2
Pilih tema
Klik gambar mini untuk memilih tema untuk blog anda. Tidak perlu terlalu memikirkannya; anda selalu dapat beralih ke tema yang berbeda nantinya.



Pilih tema yang sesuai dengan minat anda, tema terdapat tema yang prabayar dan gratis. ^_^
Tema tersebut dapat anda ubah jika anda menginginkannya akan tetapi jika anda sudah memilih tema yang prabayar sebaiknya tidak usah mengganti pada tema yang gratis. Karna kualitas dan gaya tampilannya pun berbeda, lebih bagus yang prabayar. *_*
Langkah 3
Sesuaikan twenty fourteen
Anda sudah memilih tema twenty fourteen! Sekarang anda dapat menyesuaikan untuk menjadikannya tampak sebagaimana anda menginginkannya. Jika anda berubah pikiran dan ingin memilih tema lain, gunakan tautan “kembali ke langkah sebelumnya” di bawah ini.
Selengkapnya tentang twenty fourteen...
Pada tahun 2014, tema default kami memungkinkan anda membuat website majalah responsif dengan desain modern yang ramping. Tampilkan konten halaman depan favorit anda baik di kolom atau slide. Gunakan tiga bidang widget untuk menyesuaikan situs web anda, dan ubah tata letak konten anda dengan templet halaman penuh lebar dan halaman kontributor untuk memamerkan penulis anda. Membuat website majalah dengan wordpress belum pernah lebih mudah dari ini.
  custom background
  custom header
  custom menu
  editor style
  featured images
  flexible header
  full width template
  post formats
  theme options
  accessibility ready
  infinite scroll
  post slider

Anda dapat memodifikasi tema sesuai dengan keterangan di atas. Buatlah design yang semenarik mungkin agar pengunjung blogger tidak bosan dengan tampilan anda. ^_^

Langkah 4
Berbagi pos blog anda dengan keluarga, teman, atau pengikut
Hubungkan akun anda, sehingga ketika anda menerbitkan pos, pos akan secara otomatis dibagikan ke facebook atau twitter. Pos-pos blog yang dibagikan mendapatkan 50% lebih tanggapan suka, komentar, dan dilihat.
Pilih akun untuk dihubungkan:
Top of form
Bottom of form


Hubungkan akun dengan fb atau twitter agar pengunjung bisa datang dari sosmed fb atau twitter yang anda ingin hubungkan. ^_^
BAB III
A.    Cara Memposting Teks 
Penulisan/pengetikan artikel atau tulisan ke dalam wordpress disebut dengan memposting, dan satuan artikel yang sudah dimasukan ke dalam wordpress disebut dengan postingan (post), bagaimana cara memposting sebuah artikel ke website wordpress anda?, berikut tutorialnya:

1. Login dashboard wordpress
2. Klik posts -> add new


3. Isi judul di kotak no 1
4. Masukan/ketik artikel atau isi postingan anda ke dalam kotak no 2
5. Publish

Setelah di klik publish artinya data yang anda ketik tersebut siap dipublikasikan dan siap digunakan oleh pengguna yang membutuhkan. >_<




BAB IV
A. cara memposting gambar
1. Buatlah halaman atau postingan

2. Mulailah menulis sesuai selera dan tujuan anda…  sekarang carilah gambar di komputer, web (browsingan) atau yang sudah ada di wordpress.. Agar lebih detil saya pandu untuk memasukkan gambar di postingan ini;
–2a. Klik media (saya sarankan dimedia pilih klik kanan untuk membuka di tab baru, agar tisak meninggalkan postingan yang sedang kita edit ini.

–2b.  Klik select file, ini untuk mengunggah atau upload gambar dari komputer kita, pilih dan klik  gambar yang ingin di upload

–2c. Tunggu hingga proses upload selesai (100%)…..  Setelah selesai gambar akan terlihat,, juga link gambarnya (untuk link gambar saat ini abaikan dulu), langsung ke langkah –2d yaah…

3. Sekarang kembali ke halaman postingan. Untuk memilih gambar klik tanda “kamera” seperti contoh dibawah ini

–3a. Maka akan membuka jendela ini. Pilih “galery” untuk memilih gambar yang kita upload tadi

–3b. Pilih “from computer” untuk memlih gambar dengan mengupload (abaikan ini..lanjut ke langkah 4)

–3c. Pilih “from url” untuk memilih gmbar dari web lain, misal seperti gambar dari fb (abaikan ini..lanjut ke langkah 4)

4. Lanjut dari langkah ke3, cari gambar yg tdi kita upload, lalu klik “show”, geser scroll kebawah, di field “link url” ubahlah url-nya, sesuai yang kita inginkan, disini saya contohkan ke landing page saya, lalu klik “insert to post”

5. Selesailah panduan membuat link di gambar ini, selanjutnya silahkan teruskan menulisnya, untuk membuat link ke teks hampir sama caranya. Setelah penulisan/pengeditan selesai klik “publish”, untuk melihat hasilnya tanpa perlu meninggalkan halaman yang sedang di edit klik kanan pada nama blog (kiri atas) dan buka di tab baru. Klik 0lah gambar tadi… pasti akan menuju halaman yang anda inginkan tadi.



BAB V

A.    Cara Memposting Video
Melakukan aktifitas blogging dengan wordpress memang tidak ada susahnya karena memang wordpress di rancang untuk anda sebagai media blogging yang berbasis friendly use. Mulai dari pemilihan tema, posting, pengaturan bahkan pemeliharaan sangatlah mudah di lakukan di wordpress.com. Saya bisa berbicara seperti itu karena saya sudah merasakan kemudahan menjalani aktifitas blogging bersama wordpress.com dan sekarang giliran anda! ;-).
Sederet kalimat diatas kiranya dapat membuat anda terispirasi untuk memulai belajar menulis dan mengeluarkan semua isi di pikiran anda dalam bentuk tulisan :-). Berlanjut ke topik utama, wordpress sudah menyediakan fasilitas untuk memasang video dari youtube, googlevideo, dailymoion dan vodpod dengan sangat mudah.  Ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk memasang video di wordpress.com.
Vodpod dengan sangat mudah.
1.      Silahkan sebelumnya anda buka situs penyedia jasa video (co: http://www.youtube.com) untuk mengambil url dari video yang ingin anda pasang di posting.

2.      Kemudian  copy alamat video dari youtube tersebut.


3.      Login ke admin wordpress.com anda.

4.      Pada sisi kiri halaman  klik menu [post] > [add new]


5.      Dan akan tampil halaman ‘add new post



6.      Pada area penulisan klik [html].


7.      Pastekan url video dari youtube tadi seperti format dibawah :
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=3h8bnkdf654]

8.      Setelah selesai, klik tombol [save draft] bila anda ingin menyimpannya dulu atau klik tombol [publish] bila anda ingin menampilkannya pada halaman blog anda.

 



Kesimpulan
            Dengan langkah – langkah tersebut, dapat disimpulkan bahwa penggunaan WordPress tidaklah sulit.
            Pengguna WordPress yang baik bisa menempatkan pengisian teks, gambar, dan video dengan baik sesuai dengan design yang pengguna gunakan.

            Dengan adanya WordPress semoga dapat memudahkan pengguna dan pengunjung dalam berbagi dan memanfaatkan sumber – sumber tulisan yang bermakna dan bermanfaat.