Senin, 13 April 2015

pendorong komunikasi, manfaat, dan peran komunikasi dalam keberhasilan konseling

Pendorong untuk berkomunikasi
1.      Koontrol
Kontrol sendiri yaitu sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain sesuai pada jalur yang di tetapkan oleh kita atau tidak, dan dapat mengetahui bagaimana keadaan orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesusai dengan keadaan orang tersebut.
c/: misalnya si A ini berkomunikasi dengan kita, dia menceritakan kejadian yang dia alami yang membuat dia sangat terpukul dengan kejadian itu. lalu kita mengidentifikasikan permasalahan itu dengan mengukur sejauhmana trauma yang dia alami, lalu kita memberikan saran yang sesuai dengan keadaan si A.
2.      Informasi
Informasi sendiri merupakan sebuah tujuan dalam berkomunikasi yang akhirnya melahirkan umpan balik dan tanggapan.
c/: si A mempunyai informasi soal permasalahannya, dia berkomunikasi dengan si B dia menginformasikan permasalahan yang terjadi pada dirinya, lalu si B memberikan tanggapan berupa motivasi dan solusi masalah yang si A alami
3.      Motivasi
Motivasi sendiri yaitu dorongan kepada orang lain. Pada intinya yaitu motivasi mendorong kita untuk memberikan semangat dan arahan kepada orang lain dalam kehidupan sehari-harinya.
c/: si A mempunyai permasalahan pada hasil UTS yang tidak memuaskan, dia menjadi malas dan tidak pernah masuk kuliah, dia menceritakan semuanya pada si B, lalu si B merasa terdorong untuk memberikan dorongan berupa motivasi pada si A, agar si A tidak malas kuliah dan berusaha memperbaiki hasilnya.
4.      Ekspresi emosi
Emosi sendiri yaitu pendorong. Jadi emosi disini yaitu sebagai suatu apa yang kita rasakan dan berusaha untuk disampaikan dalam proses komunikasi.
c/: si A mempunyai perasaan senang karna mendapatkan hadiah, dan dia mencurahkan kesenangannya dengan memberikan kabar gembira kepada si B.
Manfaat yang kita peroleh dari komunikasi
1.      Mengetahui dan memahami semua informasi yang diperlukan.
c/: kita dapat mendeskripsikan maksud dari pesan yang disampaikan oleh orang lain.
2.      Mempererat tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan, bangsa dan negara.
c/: dengan kita berkomunikasi kita dapat berbagi informasi tentang latar belakang diri kita masing-masing agar tidak terjadi bias yang menimbulkan masalah.
3.      Kita dapat berbagi masalah.
c/: kita dapat berbagi masalah dan pengalaman dengan sesama, agar dapat menambah wawasan kita dalam kehidupan.
4.      Kita dapat memecahkan permasalahan secara seksama.
c/: keluarga A dengan keluarga B mempunyai masalah soal hak milik tanah lapak. Lalu demi tercapainya perdamaian tersebut, dilaksanakanlah musyawarah.
5.      Komunikasi untuk mengambil keputusan yang tepat
c/: A mempunyai masalah, lalu dia meminta solusi kepada si B, agar permasalahannya dapat selsai dengan baik, dan si B pun memberikan solusi kepada si A, sesuai dengan masalah yang dia alami.
6.      Bahan refleksi diri
c/: si A memberikan komentar kepada si B, lalu si B menerimanya dengan baik komentar si A dan dijadikan sebagai dorongan dan masukan pada diri si B agar menjadi lebih baik lagi.
7.      Komunikasi untuk proses sosial antar pribadi
c/: si A mempunyai acara nikahan, lalu dia mengundang rekan-rekannya untuk datang ke acara nikahannya dengan cara bersosialisasi.

Peran komunikasi dalam keberhasilan proses konseling
1.   Komunikasi dalam proses konseling yaitu berfungsi sebagai  pemahaman bagi pendidik dan siswa tentang diri dan lingkungannya sesuai dengan kebutuhan perkembangan siswanya.
c/: konselor bisa lebih memahami dirinya dan konseli sesuai dengan lingkungannya dan kebutuhan konseli dalam proses konseling.
2.   Pencegahan dalam proses konseling sendiri berfungsi sebagai bantuan bagi siswa agar terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat maupun menimbulkan kesulitasn bagi proses belajar siswa.
c/: konselor dapat memberikan larangan dan arahan kepada konseli dari permasalahan yang konseli alami, agar tercapainya tujuan yang positif.
3.     Perbaikan, yaitu mengatasi berbagai permasalahan yang dialami konseli dalam proses konseling berdasarkan permasalan yang dialami.
c/: konselor dapat memberikan fasilitas kepada konseli dalam proses konseling susai dengan permasalahan yang dialaminya agar dapat memperbaiki permasalahan yang dialami konseli.
4. Pemeliharaan dan perkembangan, dalam proses komunikasi kita dapat memelihara dan mengembangkan bakat dan minatnya, dengan mengarahkan potensi yang ada pada setiap konseli.
c/: konselor dapat mengetahui bakat dan potensi diri konseli dan mengarahkannya agar dapat berkembang secara optimal.
5.   Memberikan kenyamanan bagi konseli dalam proses konseling dengan menjalankan asas-asas berkomunikasi.
c/: konselor dapat memberikan kenyamanan dalam proses konseling kepada konseli, agar tidak menimbulkan bias dalam proses konseling.
6.  Konseli bisa lebih terbuka kepada konselor dalam proses konseling dengan menjalankan komunikasi secara efektif.
c/: konselor menjalankan proses komunikasi dalam proses konseling secara efektif agar konseli lebih terbuka dan menceritakan permasalahan dan informasi secara jujur dan sebenarnya.



Referensi
Christina, dkk., 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.
massofa.wordpress.com/2008/03/26/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-dalam-berkomunikasi// diunduh 27 Maret 2009.
Tyastuti, dkk., 2008. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Vardiyansah, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo.

2 komentar:

  1. 1. Tata tulis diperhatikan
    2. Disertakan referensinya
    3. point 1 dan 2 gunakan bahasa sendiri dan berikan contohnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus