Pendorong
untuk berkomunikasi
1.
Koontrol
Kontrol
sendiri yaitu sebagai cara untuk mengetahui apakah orang lain sesuai pada jalur
yang di tetapkan oleh kita atau tidak, dan dapat mengetahui bagaimana keadaan
orang lain sehingga kita bisa memutuskan sesuatu yang sesusai dengan keadaan
orang tersebut.
c/:
misalnya si A ini berkomunikasi dengan kita, dia menceritakan kejadian yang dia
alami yang membuat dia sangat terpukul dengan kejadian itu. lalu kita
mengidentifikasikan permasalahan itu dengan mengukur sejauhmana trauma yang dia
alami, lalu kita memberikan saran yang sesuai dengan keadaan si A.
2.
Informasi
Informasi
sendiri merupakan sebuah tujuan dalam berkomunikasi yang akhirnya melahirkan
umpan balik dan tanggapan.
c/:
si A mempunyai informasi soal permasalahannya, dia berkomunikasi dengan si B
dia menginformasikan permasalahan yang terjadi pada dirinya, lalu si B
memberikan tanggapan berupa motivasi dan solusi masalah yang si A alami
3.
Motivasi
Motivasi
sendiri yaitu dorongan kepada orang lain. Pada intinya yaitu motivasi mendorong
kita untuk memberikan semangat dan arahan kepada orang lain dalam kehidupan
sehari-harinya.
c/:
si A mempunyai permasalahan pada hasil UTS yang tidak memuaskan, dia menjadi
malas dan tidak pernah masuk kuliah, dia menceritakan semuanya pada si B, lalu
si B merasa terdorong untuk memberikan dorongan berupa motivasi pada si A, agar
si A tidak malas kuliah dan berusaha memperbaiki hasilnya.
4.
Ekspresi
emosi
Emosi
sendiri yaitu pendorong. Jadi emosi disini yaitu sebagai suatu apa yang kita
rasakan dan berusaha untuk disampaikan dalam proses komunikasi.
c/:
si A mempunyai perasaan senang karna mendapatkan hadiah, dan dia mencurahkan kesenangannya
dengan memberikan kabar gembira kepada si B.
Manfaat
yang kita peroleh dari komunikasi
1.
Mengetahui
dan memahami semua informasi yang diperlukan.
c/:
kita dapat mendeskripsikan maksud dari pesan yang disampaikan oleh orang lain.
2.
Mempererat
tali persaudaraan antar pribadi, kelompok, golongan, bangsa dan negara.
c/:
dengan kita berkomunikasi kita dapat berbagi informasi tentang latar belakang
diri kita masing-masing agar tidak terjadi bias yang menimbulkan masalah.
3.
Kita
dapat berbagi masalah.
c/:
kita dapat berbagi masalah dan pengalaman dengan sesama, agar dapat menambah wawasan
kita dalam kehidupan.
4.
Kita
dapat memecahkan permasalahan secara seksama.
c/:
keluarga A dengan keluarga B mempunyai masalah soal hak milik tanah lapak. Lalu
demi tercapainya perdamaian tersebut, dilaksanakanlah musyawarah.
5.
Komunikasi
untuk mengambil keputusan yang tepat
c/:
A mempunyai masalah, lalu dia meminta solusi kepada si B, agar permasalahannya
dapat selsai dengan baik, dan si B pun memberikan solusi kepada si A, sesuai
dengan masalah yang dia alami.
6.
Bahan
refleksi diri
c/:
si A memberikan komentar kepada si B, lalu si B menerimanya dengan baik
komentar si A dan dijadikan sebagai dorongan dan masukan pada diri si B agar
menjadi lebih baik lagi.
7.
Komunikasi
untuk proses sosial antar pribadi
c/:
si A mempunyai acara nikahan, lalu dia mengundang rekan-rekannya untuk datang
ke acara nikahannya dengan cara bersosialisasi.
Peran
komunikasi dalam keberhasilan proses konseling
1. Komunikasi
dalam proses konseling yaitu berfungsi sebagai
pemahaman bagi pendidik dan siswa tentang diri dan lingkungannya sesuai
dengan kebutuhan perkembangan siswanya.
c/:
konselor bisa lebih memahami dirinya dan konseli sesuai dengan lingkungannya dan
kebutuhan konseli dalam proses konseling.
2. Pencegahan
dalam proses konseling sendiri berfungsi sebagai bantuan bagi siswa agar
terhindar dari berbagai permasalahan yang dapat mengganggu, menghambat maupun
menimbulkan kesulitasn bagi proses belajar siswa.
c/:
konselor dapat memberikan larangan dan arahan kepada konseli dari permasalahan
yang konseli alami, agar tercapainya tujuan yang positif.
3. Perbaikan,
yaitu mengatasi berbagai permasalahan yang dialami konseli dalam proses
konseling berdasarkan permasalan yang dialami.
c/:
konselor dapat memberikan fasilitas kepada konseli dalam proses konseling susai
dengan permasalahan yang dialaminya agar dapat memperbaiki permasalahan yang
dialami konseli.
4. Pemeliharaan
dan perkembangan, dalam proses komunikasi kita dapat memelihara dan mengembangkan bakat dan minatnya, dengan mengarahkan potensi yang ada pada
setiap konseli.
c/:
konselor dapat mengetahui bakat dan potensi diri konseli dan mengarahkannya
agar dapat berkembang secara optimal.
5. Memberikan
kenyamanan bagi konseli dalam proses konseling dengan menjalankan asas-asas
berkomunikasi.
c/:
konselor dapat memberikan kenyamanan dalam proses konseling kepada konseli,
agar tidak menimbulkan bias dalam proses konseling.
6. Konseli
bisa lebih terbuka kepada konselor dalam proses konseling dengan menjalankan
komunikasi secara efektif.
c/:
konselor menjalankan proses komunikasi dalam proses konseling secara efektif
agar konseli lebih terbuka dan menceritakan permasalahan dan informasi secara
jujur dan sebenarnya.
massofa.wordpress.com/2008/03/26/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-dalam-berkomunikasi// diunduh 27 Maret 2009.
Tyastuti, dkk., 2008. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Vardiyansah, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo.
Referensi
Christina, dkk., 2003. Komunikasi Kebidanan. Jakarta: EGC.massofa.wordpress.com/2008/03/26/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-dalam-berkomunikasi// diunduh 27 Maret 2009.
Tyastuti, dkk., 2008. Komunikasi dan Konseling Dalam Praktik Kebidanan. Yogyakarta: Fitramaya.
Vardiyansah, 2004. Pengantar Ilmu Komunikasi. Bogor: Ghalia Indonesia.
Wiryanto, DR., 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Cetakan Ketiga. Jakarta: PT Grasindo.
1. Tata tulis diperhatikan
BalasHapus2. Disertakan referensinya
3. point 1 dan 2 gunakan bahasa sendiri dan berikan contohnya
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Hapus